Betapa kecintaanku kepada ulama ahlusunnah waljama'ah begitu besar. Walau aku bukan anak kyai atau ustadz, namun aku sangat kagum pada sosok ulama-ulama terdahulu, terutama ulama-ulama pesantren. Dengan kesederhaan hidupnya, beliau-beliau ini mampu mencetak kader2 ulama yang intelek dan mampu berperanan penting dalam kancah perpolitikan nasional.
Sosok ulama2 yang kukagumi diantaranya : Hadaratussyeikh Hasyim Asy'ari pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Muh.Kholil Alhafidz Almaduri ulama besar dari Bangkalan Madura, K.H. Muh. Munawir Alhafidz Krapyak pendiri Pesantren Almunawir, K.H. Abdul Wahab Chasbullah pendiri Pesantren Tambakberas, K.H. Arwani Amin Alhafidz Kudus pendiri Pesantren Yanbu'ul Qur'an, K.H. R.Asnawi Alhafid Kudus, K.H. Bisri Musthofa Rembang, K.H. Ali Maksum Krapyak, K.H. Wahid Hasyim Tebuireng, K.H. Abdullah Umar Alhafidz Semarang, K.H. Bisri Syansuri Denanyar, K.H. Saefudin Zuhri, K.H. Jazuli Ustman Ploso, K.H. Idris Marzuki Lirboyo, K.H. Chudori Tegal Rejo, K.H. Syamsul Arifin Situbondo, K.H.As'ad Syamsul Arifin Situbondo, Prof Dr.K.H.Abdul Mukti Ali Yogyakarta, Dr. KH. Idham Chalid Jakarta, K.H. Mukhtar Syafa'at Banyuwangi dan ulama2 lainnya.
Semoga kecintaanku kepada mereka menjadi pembuka pintu keberkahan dalam hidup ini, semoga kecintaanku ini akan menjadi wasilah terkabulnya segala maksud dan tujuan hidupku ini.