Friday, February 25, 2011

AL-QURAN PEDOMAN HIDUP KITA

SALAH satu dari sekian banyak keistimewaan bulan suci Ramadan adalah diturunkannya Alquran pada bulan yang penuh berkah itu. Allah SWT menurunkan Alquran dari Lauhul Mahfuz pada malam Lailatul Qadar ke langit dunia. Lalu secara berangsur-angsur disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Ayat pertama yang diturunkan adalah surat Al-’Alaq dari ayat 1 sampai 5. Diturunkan pada 17 Ramadan ketika Nabi Muhammad SAW berkhalwat di Gua Hira’ pada bukit (Jabal) Nur, sekitar 6 kilometer di pinggiran kota Mekah. Sedangkan ayat terakhir yang turun adalah ayat 3 dari surat Al-Maa’idah yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW di Padang Arafah ketika Nabi melaksanakan Haji Wada’.

Karena ayat suci Alquran diturunkan secara berangsur-angsur maka ayat-ayat tersebut hanya dihafal oleh para sahabat dan ditulis pada kulit kayu atau tulang-tulang binatang. Ketika Rasulullah SAW wafat, ayat-ayat suci Alquran belum terkumpul. Baru dilaku kan pengumpulan pada masa pemerintahan Abu Bakar Siddik baik dari hafalan para sahabat maupun dalam catatan yang ditulis di pelepah kurma, di atas batu dan yang ditulis di atas tulang-tulang binatang.

Pengumpulan ayat suci Alquran atas usul Umar bin Khattab mengingat sebagian dari sahabat yang hafal Alquran telah wafat atau gugur di medan perang. Kumpulan ayat-ayat suci Alquran itu semula disimpan oleh Abu Bakar, kemudian ketika Abu Bakar wafat disimpan oleh Umar bin Khattab yang menjadi khalifah sesudahnya. Ketika Umar bin Khattab wafat kumpulan ayat suci tadi disimpan oleh anaknya Habsah binti Umar. Baru pada pemerintahan Khalifah Usman bin Affan, ayat-ayat suci Alquran dibukukan atau berbentuk mushhaf. Dari mushhaf Usman bin Affan inilah kemudian dibukukan seperti Alquran sekarang ini.

Alquran sebagai kitab suci umat Islam berisi petunjuk yang lengkap (paripurna) bagi manusia guna mencapai hidup yang bahagia baik di dunia maupun di akherat kelak.

Alquran berisi petunjuk cara berkeluarga, bermasyarakat, cara beribadah, menghitung waris dan lain sebagainya. Menurut para peneliti, Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang diturunkan Allah SWT yang masih murni dan dijamin legalitasnya. Kemurnian Alquran memang merupakan jaminan dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

Jadi sungguh ironis bila ada di antara kita (umat) Islam tidak bisa membaca Alquran. Sebab membacanya saja sudah mendapat pahala. Apalagi kalau kita dapat menerjemahkannya. Dan yang lebih utama lagi menafsirkannya. Untuk kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharian kita. Apabila kita mampu menghayati isi Alquran maka kitab suci umat Islam ini merupakan pedoman hidup seorang muslim yang lengkap.

Pada saat kita memperingati turunnya Alquran (Nuzulul Quran), mari kita introspeksi (bermuhasabah), sudahkah kita menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup? Sudahkah kehidupan kita diwarnai petunjuk Alquran? Sudahkah “Kalam Ilahi” itu menyinari rumah tangga kita? Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya menegaskan atau menyuruh kita menghiasi rumah kita dengan shalat dan gema Kalam Ilahi.

Membaca Alquran tidak hanya pada bulan Ramadan saja, tetapi di luar Ramadan pun kita harus selalu membacanya (tilawah). Bagi mereka yang belum bisa membaca Alquran, belajarlah membacanya. Mari kita mencintai Alquran dalam menggali kandungannya yang begitu lengkap.
Rasulullah SAW menyatakan: “Orang yang membaca Alquran, lagi pula ia mahir (qari/qari’ah), kelak mendapat tempat di surga bersama Rasul-rasul yang mulia lagi baik.” (HR Bukhari dan Muslim).

Alangkah mulianya mereka (orang-orang) yang mahir membaca Alquran, apalagi jika mampu menghayati isi kandungannya. Sebab Alquran merupakan petunjuk yang paling lengkap di bumi ini. Allah SWT secara tegas menyatakan: “(Puasa itu) dalam bulan Ramadan. Bulan diturunkan Alquran, menjadi petunjuk bagi manusia, memberi penjelasan petunjuk-petunjuk itu dan menjadi pemisah (antara yang hak dan yang batil).” (QS Al-Baqarah 185)
baca artikel selengkapnya - AL-QURAN PEDOMAN HIDUP KITA

Thursday, September 13, 2007

Bulan Ramadhan

Kini telah datang bulan yang kita nanti-nantikan, bulan agung yang penuh ampunan, bulan yang penuh berkah, rahmat dan maghfiroh. Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Syahru Shiyami. Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai awal dari pembersihan diri kita. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai motivator dalam kesuksesan hidup kita.

Awal Ramadhan 1428 H jatuh pada Kamis, 13 September 2007.

Ihya Ramadhan atau menghidupkan Ramadhan dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah, memperpanjang ruku', sujud, shalat tarawih, bermunajat kepada Allah, memperbanyak sholat nawafil, senantiasa berzikit, tilawah dan tadabbur al-Quran, I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, mengurangi waktu tidur pada siang hari. Rasulullah dan Ummahatul Mu'minin selama Ramadhan begitu aktifnya beramal.
Disamping itu aktivitas Ramadhan juga harus dapat memperkokoh hubungan dengan sesama, seperti memberikan zakat, infaq dan shodaqoh,ifthor (buka puasa bersama) dll. Menjauhkan diri dari perbuatan laghwu (sia-sia).
Bulan Ramadhan adalah fursoh untuk memperbanyak ibadah sehingga kita dapat
menjauhi hal-hal yang mempersempit waktu ibadah, seperti menghabiskan waktu hampir seharian di dapur untuk menyiapkan makanan berbuka, karena saat yang terbaik untuk pengisian ruh dan pensucian jiwa akan hilang begitu saja dengan pengisian perut dan
pengotoran jiwa, menghabiskan waktu di depan televisi dan perbuatan lainnya yang cenderung tidak ada gunanya.

Menahan anggota tubuh dan hati dari perbuatan yang diharamkan, seperti : menahan pandangan mata dari pandangan yang dimakruhkan, Menahan pendengaran dari namimah, ghibah dan kemungkaran, menjaga Lisan dan hati dari perbuatan yang dapat mengotorinya.

Rasulullah saw Bersabda : bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, Melainkan meninggalkan pekerjaan sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata sombong(HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Rasulullah saw juga bersabda : Barang siapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum (HR.Bukhari-Muslim).

Dalam Ramadhan ini kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana, di mana dan hendak kemana kita ? Sehingga kita akan menghayati bahwa
dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima balasan dariNya.

Pada bulan Ramadhan ini, kita akan berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, karena sesungguhnya kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan yang penuh dengan rahmat ini.

Selamat datang Wahai Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang menghapuskan dosa dan mengabulkan doa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah di dalamnya.

Ya Ilahi, Engkaulah tujuan kami dan KeridhoanMulah
dambaan kami.

Alfaqir Ajhalunnas Wa Ahqirul Waraa Arroji Afwa Rabbihi Ghufroon Turobul Aqdam Katsiruddzunubi Wal Astam Saeful Bahri bin Khudori Al Jawi
baca artikel selengkapnya - Bulan Ramadhan

Monday, August 13, 2007

Imam Syafi'i


Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H di Gaza. Beliau menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengkaji hal-hal yang berkenaan Hukum Islam. Beliau juga salah seorang ahli sya'ir yang terkenal. Syairnya-syairnya ibarat untaian mutiara yang gemerlapan, penuh dengan ungkapan-ungkapan balaghah, hikmah, dan nasihat yang bernilai tinggi. Imam Syafi'i pencinta Ilmu Pengetahuan semenjak kecil. Beliau biasa mengkhatamkan al-Quran sebanyak enam puluh kali, terutama dalam bulan Ramadhan, terutama dibacanya ketika sholat.
Imam Syafi'i seorang yang dermawan.Hidupnya sangat sederhana terutama dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah makan kenyang semenjak usia enam belas tahun. Karena beliau meyakini bahwa kekenyangan akan menambah berat badan, mengeraskan hati, menumpulkan otak, membawa kantuk dan malas beribadah.

Imam Syafi'i wafat selepas magrib malam Juma'at, akhir bulan Rajab, dan jenazah beliau dikebumikan pada hari Jum'at, tahun 204 Hijriyah di Mesir. Banyak ulama yang mengakui kejujuran, keadilan, kezuhudan, kewara'an, dan akhlak yang mulia yang dimiliki oleh Imam Syafi'i. Selama hidupnya penuh dengan petunjuk dengan sifat taqwanya yang tinggi dan hidupnya jauh dari kesesatan dan kejahatan.

Beliau jujur dalam hukum-hukumnya, berlandaskan kebenaran dan keadilan Allah s.w.t. yang disanjung tinggi. Hukum-Hukumnya ibarat bintang-gemintang yang menjadi perhiasan angkasa raya. Beliau suka merantau untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengamalkannya untuk kepentingan Ummat. Untaian mutiara pesanan yang ditinggalnya sangatlah banyak antara lain beliau berpesan:
Pergilah (merantaulah) dengan penuh keyakinan, niscaya akan engkau temui lima kegunaan, yaitu ilmu pengetahuan, adab, pendapatan, menghilangkan kesedihan, mengagungkan jiwa, dan persahabatan.
Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu tergenang maka ia akan membusuk.
Singa hutan dapat menerkam mangsanya, setelah ia meninggalkan sarangnya. Anak panah yang tajam tak akan mengenai sasarannya, jika tidak meninggalkan busurnya.
Emas bagaikan debu, sebelum ditambang. Pohon cendana yang tertancap ditempatnya, tak ubahnya kayu bakar.
Jika engkau tinggalkan tempat kelahirnmu, engkau akan menemui derajat yang mulia di tempat yang baru, dan engkau bagaikan emas sudah terangkat dari tempatnya.
baca artikel selengkapnya - Imam Syafi'i

Kata-kata Mutiara

Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.

Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.

Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.

Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.

Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.

Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.

Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.

Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.

Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.
baca artikel selengkapnya - Kata-kata Mutiara

Monday, June 11, 2007

Kenapa aku mencintai sosok Kyai Pesantren

Betapa kecintaanku kepada ulama ahlusunnah waljama'ah begitu besar. Walau aku bukan anak kyai atau ustadz, namun aku sangat kagum pada sosok ulama-ulama terdahulu, terutama ulama-ulama pesantren. Dengan kesederhaan hidupnya, beliau-beliau ini mampu mencetak kader2 ulama yang intelek dan mampu berperanan penting dalam kancah perpolitikan nasional.
Sosok ulama2 yang kukagumi diantaranya : Hadaratussyeikh Hasyim Asy'ari pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Muh.Kholil Alhafidz Almaduri ulama besar dari Bangkalan Madura, K.H. Muh. Munawir Alhafidz Krapyak pendiri Pesantren Almunawir, K.H. Abdul Wahab Chasbullah pendiri Pesantren Tambakberas, K.H. Arwani Amin Alhafidz Kudus pendiri Pesantren Yanbu'ul Qur'an, K.H. R.Asnawi Alhafid Kudus, K.H. Bisri Musthofa Rembang, K.H. Ali Maksum Krapyak, K.H. Wahid Hasyim Tebuireng, K.H. Abdullah Umar Alhafidz Semarang, K.H. Bisri Syansuri Denanyar, K.H. Saefudin Zuhri, K.H. Jazuli Ustman Ploso, K.H. Idris Marzuki Lirboyo, K.H. Chudori Tegal Rejo, K.H. Syamsul Arifin Situbondo, K.H.As'ad Syamsul Arifin Situbondo, Prof Dr.K.H.Abdul Mukti Ali Yogyakarta, Dr. KH. Idham Chalid Jakarta, K.H. Mukhtar Syafa'at Banyuwangi dan ulama2 lainnya.
Semoga kecintaanku kepada mereka menjadi pembuka pintu keberkahan dalam hidup ini, semoga kecintaanku ini akan menjadi wasilah terkabulnya segala maksud dan tujuan hidupku ini.
baca artikel selengkapnya - Kenapa aku mencintai sosok Kyai Pesantren